Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof dr
Tjandra Yoga Aditama meminta masyarakat mewaspadai penyakit demam
berdarah. Untuk itu ia menyarankan agar setiap individu mengambil
langkah pencegahan terhadap demam berdarah.
Pencegahan
dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di
luar rumah, antara lain untuk memberantas sarang dan jentik-jentik
nyamuk.
"Pencegahan demam
berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu menguras,
menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang
memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk," ujar
Tjandra, Selasa (6/1).
Kegiatan
"Plus" adalah bentuk kegiatan pencegahan tambahan seperti menaburkan
bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,
menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat
tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir
nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah serta menghindari
kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat
istirahat nyamuk.
"PSN perlu
ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena
meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat
perkembangbiakan nyamuk penular DBD," kata Tjandra.
Penelitian
vaksin DBD saat ini tengah memasuki Fase 3 dengue CYD 15 di lima negara
endemis di Amerika Latin dan Karibia dengan menggunakan 20.875 sampel
anak berusia 9-16 tahun.
Sejauh
ini, Tjandra menyebut Vaksin CYD 15 secara umum berhasil menurunkan
kasus dengue sampai 60,8 persen, mengurangi tingkat perawatan di RS
karena dengue sampai 80.3 persen, mereduksi kasus DHF sampai 88,5 persen
dan tingkat keampuhannya terhadap DEN-2 mencapai 42,3 persen atau
sedikit lebih tinggi dibanding angka 35 persen yang tercapai saat studi
sejenis di Asia bulan Juli lalu.
"Proses penelitian masih terus berlanjut," kata Tjandra.
Keberhasilan
vaksin DBD tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan
kesakitan akibat DBD di berbagai negara terutama negara tropis.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Data WHO mengungkapkan pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas bisa mengurangi kematian pada balita hin...
-
Karena, ada sejumlah bahan alami yang ampuh untuk mengobati sakit gigi, sehingga Anda terhindar dari efek jangka panjang mengonsumsi obat...
-
Memiliki kulit lembab, bersih, dan bercahaya, tentunya menjadi impian semua orang. Namu...
-
Mungkin kedengarannya aneh, tetapi Anda dapat memulai kebiasaan tidur tanpa mengenakan busana mulai dari sekarang. Sebab, ternyata tidur ...
-
Jantung yang sehat berawal didukung oleh kadar kolesterol jelek yang rendah, dan riset mendapati bahwa salah satu cara untuk melakukannya ...
-
Saat ini rasanya sulit hidup tanpa ponsel untuk Mulai dari bekerja, berkomunikasi dengan orang lain, hingga untuk hiburan semua dapat di...
-
Mungkin ada banyak pria yang memiliki alasan untuk selingkuh. Tapi tidak berarti semua pria melakukannya. Pada kenyataannya, ada beberapa...
-
Kebiasaan mengatur keuangan pribadi seseorang bisa membuat hidup lebih baik atau malah menghancurkannya. Ketika mampu mengadopsi kebiasaa...
-
Keringat merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang membuang racun, yang berarti hal baik. Namun jika produksi keringat terlalu banyak, te...
-
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama meminta masyarakat me...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar