Sabtu, 12 Maret 2016

Ini langkah mencegah demam berdarah

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama meminta masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah. Untuk itu ia menyarankan agar setiap individu mengambil langkah pencegahan terhadap demam berdarah.
Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah, antara lain untuk memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.
"Pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk," ujar Tjandra, Selasa (6/1).
Kegiatan "Plus" adalah bentuk kegiatan pencegahan tambahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
"PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD," kata Tjandra.



Penelitian vaksin DBD saat ini tengah memasuki Fase 3 dengue CYD 15 di lima negara endemis di Amerika Latin dan Karibia dengan menggunakan 20.875 sampel anak berusia 9-16 tahun.
Sejauh ini, Tjandra menyebut Vaksin CYD 15 secara umum berhasil menurunkan kasus dengue sampai 60,8 persen, mengurangi tingkat perawatan di RS karena dengue sampai 80.3 persen, mereduksi kasus DHF sampai 88,5 persen dan tingkat keampuhannya terhadap DEN-2 mencapai 42,3 persen atau sedikit lebih tinggi dibanding angka 35 persen yang tercapai saat studi sejenis di Asia bulan Juli lalu.
"Proses penelitian masih terus berlanjut," kata Tjandra.
Keberhasilan vaksin DBD tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat DBD di berbagai negara terutama negara tropis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer